Desember22
SMPN 7 Kota Bekasi Gelar Pentas Seni
Kamis, 22 Desember 2011 pukul 11.30 WIB | Kategori PendidikanEkskul

Pentas Seni SMPN 7 Kota Bekasi

Bekasi (SAPULIDI News)– Untuk menggali kreatifitas siswanya, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Kota Bekasi menggelar pentas seni (Pensi). Acara yang digagas Osis SMP 7 tersebut menampilkan berbagai kreatifitas dan seni, seperti penampilan tari nusantara, modern dance, drama musikal, Band SMPN 7, dan lainnya,bertempat di lapangan sekolah tersebut. Kamis (22/12).

Menurut Ketua Osis SMPN 7 Waradita Wiranti, kegiatan Pensi ini sebagai ajang pembuktian kreatifitas siswa-siswa SMPN 7.”Kegiatan ini selain untuk meningkatkan kreatifitas siswa, juga sebagai pembuktian bahwa kami walaupun masih tingkatan SMP, namun mampu menggelar acara seperti ini.”tegas siswi kelas 9 ini saat ditemui disela-sela acara.

“Kami merencanakan kegiatan ini sejak sebulan yang lalu, dan Alhamdulillah ada pihak sponsor yang mau bekerjasama membantu pelaksanaan acara ini.”ujar remaja yang sering disapa Tata ini.

Dari acara Pensi tersebut, terlihat ada puluhan siswa berseragam biru dengan label diatas dada kanannya bertuliskan ‘Crew 7’. Mereka terlihat asyik membawa kamera menyorot suasana acara tersebut layaknya crew televisi profesional. Mereka inilah siswa-siswi SMPN 7 yang mengambil kegiatan ekstrakulikuler (Ekskul) dibidang broadcating.

“Kami memang memberi pengetahuan dan pembelajaran kepada siswa yang berminat didibidang jurnalis televisi. Jumlahnya ada sekitar 42 siswa yang bergabung. Dan memang kami batasi karena terbatasnya fasilitas penunjang.”papar Harnoko, pembina Crew 7.

Ditambahkan dia, ketika dibuka pendaftaran ekskul broadcasting ini, peminatnya sangat banyak, namun karena keterbatasan alat penunjang, jadi kami batasi hanya 42 siswa saja.”Mereka siswa yang masih duduk dikelas 7, 8, dan 9. Untuk pelatihannya setiap hari Sabtu.”tandas Harnoko.

Untuk materi pembelajarannya, kata dia, seperti teknik pengenalan cara pembacaan berita, penulisan, kamera, editing, dan lainnya. Namun sayangnya, lanjut Harnoko, sekolah belum bisa menyediakan fasilitas penunjang seperti kamera dan lainnya,”Fasilitas seperti kamera kami harus sewa, jadinya untuk menutup pembiayaan tersebut kami mengumpulkan uang kas per siswa Rp5 ribu. Kas itu nantinya untuk beli kaset CD, dan sewa kamera.Untuk camera kami menggunakan standar broadcast jenis MD 1000.”katanya.

Harnoko mengharapkan, ekskul ini bisa mendapat perhatian lagi dari pihak sekolah dalam pembinaannya.”Semangat siswa untuk menekuni bidang jurnalistik broadcating sangat tinggi. Maka itu kami berharap ada perhatian yang lebih dari pihak sekolah.”harapnya.(wan)

Tulis Komentar

Nama Email
Komentar
Masukkan Kode
 

Desclaimer. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial SapulidiNews. Redaksi berhak merubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras dan antar golongan.