Desember4
Bang Imam : Diperkirakan 20 Persen Guru Honorer Belum Masuk Database BKN
Minggu, 04 Desember 2011 pukul 06.14 WIB | Kategori Pendidikan

Guru Honorer saat beraudienasi dengan Plt. Walikota Bekasi

Medansatria, Kota Bekasi (Sapulidi News) - Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, ST Ketua Tim Advokasi Guru Honorer Kota Bekasi dari LSM Sapulidi menyimpulkan dan sekaligus prihatin karena ada sekitar 20 persen guru honorer belum masuk database BKN.

Saat ini guru honorer Kota Bekasi yang masuk kategori 2 di BKN sekitar 2166 orang dan kategori 1 sebanyak 192 orang. Hasil kesimpulan sementara Analisa Rasio Kebutuhan Guru Kota Bekasi yang dibuat oleh LSM Sapulidi bekerja sama dengan FKGS Kota Bekasi terdapat sekitar 20 persen atau sekitar 400-an guru honorer tidak masuk data base BKN yang dikirimkan oleh Disdik Kota Bekasi lewat BKD ke BKN pada 2010 yang lalu.

"Sangat disayangkan, Disdik tahun lalu terlalu terburu-buru mengirimkan data guru honorer, sehingga masih ada yang tercecer sekitar 400-an orang. Kami berharap guru honorer tersebut tidak kehilangan haknya untuk dapat diangkat menjadi CPNS. Mengingat mereka juga masuk kriteria sesuai dengan SE 05/2010," kata Bang Imam di Bekasi, 04 Desember 2011 kepada Sapulidi News.

Berdasarkan hasil komunikasi yang intensif antara Tim Advokasi Guru Honorer Kota Bekasi yang diwakili LSM Sapulidi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) guru honorer yang belum masuk data base masih dapat diajukan sebelum RPP Tenaga Honorer di undangkan.

"Untuk itu, tim kami paksa bekerja keras agar analisa rasio kebutuhan cepat selesai sebelum RPP ditandatangani SBY. Sehingga kesempatan teman-teman guru honorer yang tertinggal masih dapat di bantu," terang Bang Imam lagi.

Berdasarkan data yang sudah masuk dan ter up date di sekretariat Tim Advokasi, penyelesaian rasio kebutuhan guru di Kota Bekasi sudah mencapai 98 persen.

"Hanya tinggal menyelesaikan kebutuhan analisa untuk guru SMP, SMA, dan SMK. Sementara untuk SD Negeri tinggal memunculkan kebutuhan pada guru bidang studi PAI, Penjaskes dan Mulok," ungkap Bang Imam yang juga Direktur Sosial dan Pendidikan pada LSM Sapulidi.

LSM Sapulidi setelah menyelesaikan Analisa Rasio Kebutuhan Guru di Kota Bekasi rencananya akan mengadakan uji publik selama 2 minggu terhadap data analisa yang dibuat Tim Advokasi Guru Honorer Kota Bekasi. Sehingga data yang dimuat tidak lagi multi tafsir dan semua masyarakat dapat mengakses data base guru.

"Untuk sementara kami akan tampilkan di website Sapulidi di www.sapulidinews.com. Namun, bagi masyarakat yang tidak bisa mengakses lewat internet dapat melihatnya di UPTD dan di sekretariat LSM Sapulidi. Kita akan membuka datanya kepada siapapun," ungkap Bang Imam lagi. (red/001)

Tulis Komentar

Nama Email
Komentar
Masukkan Kode
 

Desclaimer. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial SapulidiNews. Redaksi berhak merubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras dan antar golongan.