Agustus6
Kapan Musim Hujan 2018?
Senin, 06 Agustus 2018 pukul 10.06 WIB | Kategori Komunitas

Bogor [SapulidiNews] - Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. membuka kegiatan Rapat Pembahasan Prakiraan Musim Hujan 2018/2019 yang berlangsung selama empat hari (23-26/7/2018) di Hotel Harris Sentul, Bogor.

Hadir pada kesempatan itu Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Dr. Ir. Dodo Gunawan, DEA, Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan Guswanto, M.Si., 27 Kepala Stasiun Klimatologi, 5 Kepala Stasiun Meteorologi, Kepala Stasiun GAW Palu dan 34 Forecaster dari seluruh Indonesia, serta tim prakiraan iklim dari Bidang Variabilitas Iklim.

Kegiatan rutin tahunan ini sebagai ajang koordinasi dan sinkronisasi produk prakiraan dan pengamatan yang dilakukan oleh BMKG Pusat dengan UPT daerah yang disesuaikan dari pola iklim wilayah masing-masing daerah. Dengan sasaran salah satunya adalah melakukan analisis variabilitas iklim dengan indikator kinerja berupa presentase akurasi layanan informasi iklim di tingkat kecamatan.

Sesuai dengan visinya, yaitu terwujudnya layanan informasi iklim BMKG di tingkat nasional dan regional dalam mendukung Ketahanan Pangan, Ketahanan Energi, Ketahanan Sumber daya Air, Kesehatan dan Pengurangan Resiko Bencana. Rapat Pembahasan Prakiraan Musim Tingkat Nasional ini merupakan realisasi arah kebijakan pusat informasi perubahan iklim yaitu menjamin ketersediaan informasi perubahan iklim yang cepat, tepat, akurat dan mudah dipahami, serta luas jangkauanya sampai pada pengguna akhir dan meningkatnya kepuasan pengguna informasi iklim.

Hasil rapat pembahasan akan dilanjutkan dengan National Climate Outlook Forum (NCOF). Forum esensial tersebut merupakan wahana mempromosikan koordinasi inter-agensi dan dialog reguler antara climate information provider dengan multi-stakeholder (pada level nasional), yang hasil akhirnya akan di diseminasikan kepada masyarakat luas.

Dalam arahannya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengutarakan bahwa, fluktuasi kondisi variabilitas iklim dan cuaca ekstrim memberi dampak bagi berbagai sektor seperti Sektor Pertanian, Infrastruktur, Kebencanaan, Kesehatan hingga Pariwisata. "Meskipun pada awal tahun 2018 kondisi La Nina skala lemah menuju Netral, dampak dari kondisi variasi iklim di Indonesia mengakibatkan beberapa bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, kekeringan dan kebakaran lahan dan hutan tetap saja terjadi pada tahun 2018 ini", ujar Kepala BMKG.

Berkaitan dengan hal tersebut, Dwikorita Karnawati menegaskan bahwa informasi BMKG sudah di tunggu di Istana, informasi dari BMKG menjadi informasi wajib dalam setiap pengambilan kebijakan dalam agenda-agenda penting pemerintahan. Seperti Ratas tingkat Menteri yang di pimpin langsung oleh Presiden maupun Rakortas di Kemenko untuk penanganan Karhutla, serta menjelang Asian Games pada 18 Agustus 2018 misalnya, informasi cuaca/iklim disetiap venue sangat diperlukan demi suksesnya acara.

Lebih lanjut, Kepala BMKG mengutarakan "Pada era revolusi 4.0 saat ini dimana era Big Data, Artificial Intelligence dan Internet of Things yang dikemas dalam percepatan dan lompatan industri digital sudah ada di depan mata kita semua, tuntutan masyarakat di era milenia sekarang ini semakin unik, era dimana crowd economic bisa menjadi pengguna dan verifikator hasil akurasi prakiraan BMKG, target layanan informasi iklim meliputi ragam informasi yang mudah diakses dan mudah dipahami, memiliki akurasi dan kecepatan yang tinggi serta informasi mampu dijangkau hingga ke tingkat kecamatan bahkan tingkat desa. Pada tahun 2018-2020, target 75% kecamatan terlayani.

Banyak peluang dan tantangan dalam menyampaikan informasi cuaca, iklim dan gempa, kemaslah informasi yang menarik dan tentunya mudah dipahami, seperti situs Jejaring Sosial (Social Media) dan Smartphone" maupun partisipasi aktif masyarakat, agar informasi BMKG dalam menunjang program-program pemerintah yaitu melindungi segenap bangsa dan mensejahterakan rakyat Indonesia bisa tercapai , ujar Dwikorita Karnawati.

(a-102)

Sumber : BMKG

Tulis Komentar

Nama Email
Komentar
Masukkan Kode
 

Desclaimer. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial SapulidiNews. Redaksi berhak merubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras dan antar golongan.