April27
Jaringan Internet Berkualitas Baru Dinikmati 7% Masyarakat Indonesia
Jumat, 27 April 2018 pukul 03.25 WIB | Kategori Komunitas

Kudus [SapulidiNews] - Jumlah penduduk di tanah air yang menikmati jaringan internet dengan jaminan konektifitas yang selalu tersambung dan memiliki kemampuan layanan televisi, telepon, serta paket data secara berkesinambungan atau triple-play baru mencapai 7%.

"Sementara target hingga tahun 2019 diharapkan mencapai angka 21% jumlah penduduk yang menggunakan jaringan internet berkualitas atau pitalebar," kata Kepala Subdirektorat Infrastruktur Telekomunikasi Pita Lebar Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ary Budi Sulityo di Kudus, Jawa Tengah, Kamis.

Adanya pelatihan terhadap puluhan pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Kudus, menurut dia, merupakan salah satu langkah mencapai target tersebut.

Ia berharap tersedianya tenaga terampil yang menguasai implementasi jaringan berbasis kabel fiber optik, tentunya perluasan jaringan pita lebar tidak perlu lagi terkendala tenaga teknisi.

Pasalnya, menurut dia, di Kabupaten Kudus nantinya tersedia tenaga terampil yang menguasai jaringan berbasis kabel fiber optik.

Untuk mendapatkan layanan internet berkecepatan tinggi diungkapkannya, memang dibutuhkan sarana internet pita berfrekuensi lebar.

Dengan teknologi tersebut diuraikannya, tidak ada jeda dan kualitas suara juga lebih bagus saat digunakan.

"Pemerintah memiliki target penetrasi pembangunan jaringan internet pita lebar hingga ke desa-desa supaya masyarakat bisa menikmati internet berkecepatan tinggi," ujarnya.

Jaringan internet yang awalnya level kecamatan, menurut dia, saat ini ditargetkan hingga ke desa-desa.

Apalagi, ia menyatakan, sumber daya manusia sudah mulai disiapkan, dan nantinya pemerataan akses pita lebar dari kota maupun desa bisa ditindaklanjuti secara bertahap.

"Mudah-mudahan setelah pelatihan yang ditindaklanjuti dengan kerja sama antara SMK dengan perusahaan jaringan telekomunikasi dalam rangka pemerataan infrstruktur sampai ke desa agar masyarakat bisa berlangganan jaringan internet menggunakan kabel fiber optik," ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Jaringan Penyelenggara Telekomunikasi (Apjatel) Indonesia Lukman Adjam, menyatakan, pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Apjatel dengan Kementerian Kominfo untuk mendukung program pita lebar digital.

Untuk mencapai target tersebut, ia menilai, harus diawali dengan pembangunan infrastruktur jaringan dan harga layanan internet yang terjangkau.

Pada 2019, dikemukakannya, Pemerintah Pusat menargetkan pembangunan infrastruktur di kawasan urban bisa mencapai 71% rumah tangga dengan kapasitas 21 megabyte dan desa 90% rumah tangga dengan kapasitas internet 10 megabyte.

"Untuk menghasilkan internet berkualitas danharga terjangkau, maka pilihannya kabel fiber optik karena lebih efesien," ujarnya.

Hanya saja, ia menilai, untuk mencapai tujuan tersebut terkendala tenaga teknisi sehingga tahun ini jaringan kabel serat optik (fiber optik/FO) akhirnya masuk ke dalam kurikulum untuk jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK.

"Kami berusaha mengisi kekosongan tersebut dengan membuat kesepakatan dengan Direktorat Pembinaan SMK, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyiapkan 10.000 lulusan yang menguasai jaringan kabel fiber optik sejak 2015-2019," ujarnya.

Selain akan melatih puluhan ribu siswa, ia menyatakan, ratusan guru juga dilatih terlebih dahulu dengan keahlian serupa yang totalnya selama 2 tahun mencapai 602 guru dari 448 SMK dari 25 provinsi.

7 provinsi lainnya di target tahun ini, termasuk saat ini mulai menyasar ke siswa, demikian Lukam Adjam.

Sumber : Antara

Tulis Komentar

Nama Email
Komentar
Masukkan Kode
 

Desclaimer. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial SapulidiNews. Redaksi berhak merubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras dan antar golongan.