Pebruari1
Heryawan Minta Mahasiswa ITB Ikut Teliti Citarum
Kamis, 01 Pebruari 2018 pukul 16.49 WIB | Kategori Kampus

Citarum, foto: ist

Bandung [SapulidiNews] - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, meminta mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk meneliti Sungai Citarum, sungai terpanjang dengan daerah aliran sungai paling luas di Jawa Barat itu. 

Permintaan itu dia katakan saat menjadi dosen tamu ITB di Kampus ITB, Jalan Ganesha 10, Kota Bandung.

Ia mengatakan, Gerakan Citarum Harum yang rencananya akan dicanangkan Presiden Jokowi pada awal Februari nanti perlu keterlibatan semua pihak agar berjalan optimal. Peran aktif mahasiswa atau para akademisi diperlukan untuk penanganan Sungai Citarum secara ilmiah melalui penelitian.

"Kami berharap semua pihak terlibat, termasuk kaum terdidik, yaitu anak-anak mahasiswa ITB terlibat, tentu para pakar, dosen, para profesor di ITB juga mahasiswa kampus lain juga ikut serta memikirkan secara ilmiah, secara mendalam bagaimana menangani Sungai Citarum," kata dia.

Dia ingin para akademisi berperan serta, seperti dalam membuat model atau perencanaan penanganan Sungai Citarum secara menyeluruh dan model ini diharapkan bisa memberikan informasi terkait teknis penanganan Sungai Citarum ke depan.

"Jadi apa yang kita lakukan itu sesuai dengan yang kita inginkan, yang kita programkan untuk Citarum ke depan," ujar dia.

Sementara itu Dekan SAPPK ITB, Widjaja Martokusumo, menuturkan mereka berkomitmen mengangkat tema tentang Sungai Citarum dalam Kuliah Kerja Nyata mahasiswanya.

"Pak Rektor (ITB) juga sudah berkomitmen bahwa KKN tematik kita tahun ini kita akan komit kepada topik-topik di seputaran Sungai Citarum. Dan saya kira ini satu langkah awal yang baik, kami mencoba untuk mendekatkan supaya bisa terjadi sinergi yang optimal," kata Martokusumo.

Sumber : Antara

Tulis Komentar

Nama Email
Komentar
Masukkan Kode
 

Desclaimer. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial SapulidiNews. Redaksi berhak merubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras dan antar golongan.