Desember17
Ini 14 Proyek Fiktif Waskita Karya
Senin, 17 Desember 2018 pukul 06.38 WIB | Kategori Ekonomi

Jakarta [SapulidiNews] - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 2 orang pegawai PT Waskita Karya (Persero) sebagai tersangka yang melakukan pekerjaan proyek fiktif.

Dalam pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yakni terkait pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor fiktif pada proyek-proyek PT Waskita Karya.

KPK menetapkan 2 orang tersangka atas kasus tersebut, yaitu Fathor Rachman (FR) Kepala Divisi II PT Waskita Karya (Persero) periode 2011-2013 dan Yuly Ariandi Siregar Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya (Persero) periode 2010-2014.

Berikut ini 14 proyek fiktif tersebut adalah :

1. Proyek Normalisasi Kali Bekasi Hilir di Bekasi, Jawa Barat;

2. Proyek Banir Kanal Timur (BKT) Paket 22 di Jakarta;

3. Proyek Bandar Udara Kuala Namu di Sumatera Utara;

4. Proyek Bendungan Jatigede, Sumedang, Jawa Barat;

5. Proyek Normalisasi Kali Pesanggrahan Paket 1, Jakarta;

6. Proyek PLTA Genyem, Papua;

7. Proyek Tol Cinere-Jagorawi (Seksi 1 , Jawa Barat;

8. Proyek Fly Over Tubagus Angke, Jakarta;

9. Proyek Fly Over Merak-Balaraja, Banten;

10. Proyek Jalan Layang Non Tol Antasari Blok M (Paket Lapangan Mabak), Jakarta;

11. Proyek Jakarta Outer Ring Road (ORR) Seksi W1, Jakarta;

12. Proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 2, Bali;

13. Proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 4, Bali; dan

14. Proyek Jembatan Aji Tulur-Jejangkat, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Kerugian negara atas proyek fiktif tersebut mencapai Rp. 186 miliar.

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sumber : KPK

Tulis Komentar

Nama Email
Komentar
Masukkan Kode
 

Desclaimer. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial SapulidiNews. Redaksi berhak merubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras dan antar golongan.