November30
Koperasi RSUD Dr Sutomo Tetap Kedepankan
Rabu, 30 November 2011 pukul 14.57 WIB | Kategori EkonomiKoperasi

dok.istimewa

Surabaya (SAPULIDI News) - Lahan bisnis Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) RSUD Dr Soetomo Surabaya yang berlokasi di lingkungan RS tersebut agaknya masih cukup subur, di tengah maraknya jenis kegiatan usaha skala kecil seperti penjualan makanan, pulsa serta kebutuhan lain.
Koperasi yang berdiri sejak 25 Nopember 1987 itu sejauh ini telah menggeluti sejumlah bidang usaha mencakup simpan pinjam, mini market, apotik, optik, warung telekomunikasi dan gerai makanan-minuman. Dari berbagai jenis usaha itu yang paling potensial adalah simpan pinjam dengan omzet rata-rata Rp400 juta per bulan. Plafon pinjaman berkisar Rp500.000 hingga Rp10 juta per anggota, dengan bunga pinjaman 1,5% per bulan.
Tahun ini KPRI RSUD Dr Soetomo Surabaya merealisasikan jenis usaha baru yang diperolehnya dari pemenangan tender pengelola RS itu senilai Rp87 juta. Usaha itu adalah menyediakan makanan catering bagi 1.200 karyawan RSUD Dr Soetomo yang bertugas khusus secara emergency atau di luar jam kerja. Penyediaan makanan itu berlangsung selama tiga bulan ke depan.
Sisa hasil usaha (SHU) yang dihimpun koperasi tersebut lumayam besar, dimana pada 2007 lalu mencapai Rp617 juta, sesudah dipotong pembayaran listrik, air dan sewa tanah kepada pihak RSUD senilai Rp32 juta. Sementara nilai SHU 2008 belum diumumkan.Ketua KPRI RSUD Dr Soetomo Surabaya, Paidjan, mengatakan keuntungan yang diperoleh koperasi tiada lain adalah untuk menyejahterakan anggota. Upaya itu dinilai paling penting.
Masalahnya, lanjut dia, beberapa jenis usaha dalam perkembangannya kurang menghasilkan keuntungan signifikan akibat banyaknya pesaing seperti gerai makanan-minuman serta apotik.“Untuk jenis usaha wartel kini telah dikalahkan dengan semakin banyaknya orang memiliki telepon selular, maka harus dicari peluang usaha di luar lingkungan rumah sakit,” ujarnya, belum lama ini.
Produksi kerupuk
Koperasi yang berbadan hukum nomor 6270/BH/II/1987 itu telah menerapkan rencana kerja 2009. Peluang usaha di luar lingkungan rumah sakit yang kini dibidik yakni dengan membuka pabrik kerupuk di areal seluas 580 meter2 di Desa Sukolegok, Kec. Sukodono, Kab. Sidoarjo. Usaha ini didukung modal awal sekitar Rp 150 juta.
Menurut Paidjan, usaha pabrik kerupuk itu kelak diharapkan bermanfaat secara finansial bagi koperasi, anggota dan masyarakat sekitar. Pabrik kecil tersebut dirancang menyerap sekitar 16 tenaga kerja. Selama 21 tahun berjalan, KPRI RSUD Dr Soetomo Surabaya yang kini memiliki 16 karyawan tetap kenyang mengukir prestasi. Beberapa penghargaan tingkat nasional, regional maupun daerah pernah diraihnya, seperti Juara II tingkat Nasional kategori koperasi perkotaan terbaik kelompok konsumen 1997, Juara lomba koperasi fungsional non ABRI pada peringatan hari koperasi Jatim ke 48 tahun 1995, dan koperasi terbaik ke II jenis koperasi fungsional KPN kota Surabaya 1992.
Menurut Manajer KPRI RSUD Dr Soetomo Surabaya, Humala Tua Sibuea, pihaknya tidak menerapkan sistem kinerja khusus dalam koperasinya, kecuali menjalankan prinsip bisnis dan manajemen yang benar. “Itu saja yang kami jalankan, karena pasar sudah ada yakni di dalam lingkungan koperasi,” tuturnya.KPRI RSUD Dr Soetomo Surabaya menerapkan simpanan pokok bagi aggotanya sebesar Rp50.000. Sementara untuk simpanan wajib diklasifikasikannya menjadi tiga golongan yakni golongan I sebesar Rp 30.000/bulan, golongan II Rp 40.000/bulan, dan golongan III Rp 50.000/bulan.
Meski berstatus koperasi pegawai negeri, namun tidak semua pegawai RSUD Dr Soetomo menjadi anggota koperasi. Menurut data 2007, total anggota koperasi mencapai 2.273 orang. Itu masih sangat minim jika dibanding total pegawai RSUD yang mencapai 6.000 pegawai. Dari jumlah itu 1.000 pegawai diantaranya adalah dokter yang notabene tidak terlalu tertarik pada koperasi. Setiap tahunnya jumlah anggota juga mengalami pasang surut sebanyak 60 anggota, karena pensiun. (BUMKM)

Tulis Komentar

Nama Email
Komentar
Masukkan Kode
 

Desclaimer. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial SapulidiNews. Redaksi berhak merubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras dan antar golongan.