Juli18
Hilangkan Image Koperasi Hanya Simpan-Pinjam
Rabu, 18 Juli 2012 pukul 11.54 WIB | Kategori EkonomiKoperasi

Amit Riyadi

Bekasi ( SAPULIDI News) - Nasib koperasi di Kota Bekasi sampai saat ini belum merakyat. Hal ini dapat dilihat dari pengetahuan masyarakatnya, yang masih menganggap koperasi sebagai badan hukum yang hanya bergerak di simpan-pinjam.

Atas hal itu, Kepala Disperindagkop, Amit  Riyadi menginginkan, koperasi kedepannya dapat dilihat sebagai badan hukum layaknya PT (Perusahaan Terbatas)

"Mereka sama saja perlakuannya, sama-sama badan hukum yang bisa ikut lelang, mendirikan perusahaan juga bisa. Nggak beda kok sama PT kebanyakan,"ujar laki-laki setengah baya ini.

Jumlah koperasi di Kota Bekasi ada sekitar 840 koperasi yang sebagian besar bergerak dibidang simpan-pinjam. Target di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) sekitar 53 persen atau sama dengan 480 koperasi yang sudah berbadan hukum. Dan sejauh ini, target sudah terlampaui karena hampir 500-an koperasi yang berbadan hukum.

Amit menambahkan untuk ukuran aktif dari suatu koperasi dilihat dari RAT(Rapat Anggota Tahunan) dari koperasi itu sendiri. Jika suatu koperasi tidak bisa RAT, maka dapat dikatakan koperasi itu mati. Artinya,  RAT adalah evaluasi tahunan.

Dirinya pun kini mulai bangga dengan kemajuan koperasi yang ada. Dimana koperasi sudah mulai bekerja sama dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti halnya HIBAS. Juga diikuti oleh beberapa pengusaha makanan dan minuman.

" Sekarang ini koperasi sudah mulai merambah ke dunia usaha. Ada yang jual minuman, makanan, dan boneka. Makanya saya ingin membuka mata masyarakat agar bisa melihat dengan jelas, bahwa koperasi tak hanya simpan-pinjam,"bebernya.

Harapannya ke depan, para pengurus lebih meningkatkan koperasi,  image koperasi yang hanya sebagai badan hukum yang bergerak simpan-pinjam harus dihilangkan. Serta mengikis habis orang-orang yang alergi dengan koperasi.(Tya)

 

Tulis Komentar

Nama Email
Komentar
Masukkan Kode
 

Desclaimer. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial SapulidiNews. Redaksi berhak merubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras dan antar golongan.