Agustus2
Raperda Koperasi, Pesimis Kelar Tahun Ini
Selasa, 02 Agustus 2011 pukul 15.47 WIB | Kategori EkonomiKoperasi

Raperda UMKM dan koperasi bakal gagal di bahas

Bekasi (SAPULIDINews) - Adanya hak inisiatif dari Komisi C DPRD Kota Bekasi dalam mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang UMKM dan Koperasi yang hingga kini belum juga dibuat draft rancangannya, sehingga membuat pesimis para pengusul raperda tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Kota Bekasi Anim Imanudin, ketika dikonfirmasi soal belum jelasnya usulan raperda UMKM dan Kopersi, mengatakan, sampai saat ini belum ada pembahasan atau kajian tentang usulan itu."Kalau begini saya juga pesimis raperda (UMKM dan koperasi) itu akan dibahas tahun ini."kata dia, ketika ditemui sebelum rapat Paripurna di gedung DPRD Kota Bekasi, Selasa (2/8).

Yang lebih ironis lagi, Komisi C sendiri belum tahu materi apa saja yang akan dituangkan dalam raperda UMKM dan koperasi itu."Maka itu saya akan menemui  Badan Legislasi DPRD Kota Bekasi, untuk mengusulkan raperda itu diperioritaskan pembahasannya."kilah pria yang juga menjabat sebagai Ketua Koperasi Se Kota Bekasi ini.

Sementara, anggota Komisi C DPRD Kota Bekasi Chairuman J Putro menyayangkan, usulan raperda UMKM dan Koperasi sampai saat ini belum jelas arah dan tujuannya."Seharusnya sebelum diusulkan menjadi sebuah raperda, dibentuk tim untuk mengkaji dan meneliti arah usulan itu. Keanggotaan tim bisa dari berbagai unsur, misalnya dari akademisi, praktisi koperasi, LSM, budayawan, dan pelaku UMKM, baru setelah itu dirumuskan menjadi sebuah raperda."saran politisi asal PKS ini.

Senada, anggota Komisi C DPRD lainya, Rosihan Anwar  menyarankan, raperda itu perlu dikaji secara akademis terlebih dahulu. Sehingga kata dia, arah dan tujuan dari raperda itu menjadi terang benderang."Kalau belum dikaji secara akademis, pasti akan sulit membahas poin-poin apa yang akan dimuat dalam raperda tersebut."ungkap pria yang juga anggota Fraksi Partai Golkar.(wan)

Tulis Komentar

Nama Email
Komentar
Masukkan Kode
 

Desclaimer. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial SapulidiNews. Redaksi berhak merubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras dan antar golongan.