Desember15
Demokrasi Indonesia Sangat Transaksional
Kamis, 15 Desember 2011 pukul 17.24 WIB | Kategori DaerahJawa

Foto; Bais

 

Purwokerto (SAPULIDI News)– Proses demokrasi di Indonesia yang sampai saat ini belum membuahkan kesejahteraan bagi masyarakat menjadi kegelisahaan tersendiri bagi masyarakat. Demikian dikatakan Ketua Panitia  Seminar, Ahmad Sabiq dalam sambutannya pada acara seminar dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-26, FISIP Universitas Soedirman (Unsoed) bertema "Mewujudkan Demokrasi yang Mensejahterakan di Indonesia“, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, hampir seluruh prasyarat demokrasi yang diajukan oleh kalangan liberal telah dipenuhi seperti keberadaan partai dan pemilu, lembaga legislatif, kebebasan berekspresi maupun adanya penyebaran kekuasaan. Namun sayangnya kesejahteraan tak kunjung mewujud nyata. Serentetan pemilu yang telah mereka ikuti selama ini (pilkades, pilkada, pilpres dan pileg) yang menempatkan Indonesia dengan sebutan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dinilai hanya menyedot anggaran negara. Alih-alih mengalami peningkatan taraf hidup, pasca pemilu rakyat sepertinya justru semakin sengsara. Rezim demokratis yang dihasilkan tidak mampu menghadirkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Sementara, Direktur Eksekuif LSM Satuan Pemuda Lingkar Demokrasi (Sapulidi) Dr. Bambang Istianto yang juga sebagai nara sumber dalam acara itu menungkapkan rasa prihatinnya terhadap jalannya demokrasi di Indonesia yang sangat transaksional dan sudah keluar dari sendi-sendi demokrasi itu sendiri.

“Demokrasi di Indonesia sangat pragmatis, dan transaksional. Setiap ada momen politik seperti Pilkada, Pemilu, dan Pilpres, bahkan untuk pemilihan kepala desa saja, pasti adanya pola-pola transaksional. Ini jelas melenceng dari sendi-sendi demokrasi.”papar Bambang.

Dalam acara tersebut juga menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya, seperti Prof. Dr. Mochtar Pabottingi (LIPI), Dr. Irwansyah. MA (UI), Dr. Ali Rokhman, M.Si (UNSOED) dan Dr. Bambang Istianto, M.Si (Kementerian Perhubungan) yang dimoderatori oleh Dr. M. Sulthan dari Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNSOED.(wan)

Tulis Komentar

Nama Email
Komentar
Masukkan Kode
 

Desclaimer. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial SapulidiNews. Redaksi berhak merubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras dan antar golongan.