Mei2
Pilgub Jabar Parpol Berebut Dede dan Oneng
Rabu, 02 Mei 2012 pukul 17.10 WIB | Kategori DaerahJawa

Rieke-Dede

Bandung (SAPULIDI News)– Kemungkinan Partai Demokrat mengusung Dede Yusuf dalam Pilgub Jawa Barat 2013 semakin terbuka lebar, ditambah beberapa hasil survei popularitas dan elektabilitas, menempatkan nama Dede Yusuf diurutan teratas.

Pengalaman mantan artis era 1980 sebagai Wakil Gubernur Jabar saat ini menjadi salah satu pertimbangan utama, partai besutan SBY memilih Dede Yusuf sebagai kandidat gubernur Jabar 2013

Wacana yang berkembang tinggal, siapa yang bakal mendampingi Dede Yusuf untuk posisi calon wakil gubernur Jabar. Disebut-sebut nama anggota DPR RI asal PDIP Rieke Diah Pitalokayang bakal mendampingi Dede Yusuf.

PDIP Jawa Barat pun memberikan tawaran kepada Demokrat untuk mengusung paket cagub-cawagub Dede Yusuf-Rieke Dyah Pitaloka. Duet politisi mantan artis ini diyakini amat potensial mendulang suara dari warga Jawa Barat.

Menurut Ketua DPD PDIP Jabar Rudi Harsa Tanaya, kemungkinan berpasangan kedua mantan artis tersebut sangat terbuka lebar. PDIP, kata dia, belum membuat keputusan apapun soal siapa kandidat yang akan diusung oleh partai berlambang banteng tersebut.

“Dede Yusuf  bisa saja dengan Oneng (panggilan Rieke ketika membintangi serial komedi Bajaj Bajuri),”ujarnya.

Ditambahkan Rudi, keputusan akhir ada di tangan Ketua Umum PDIP. Kalau pun saat ini banyak tawaran masuk dari partai lain, itu bentuk komunikasi dengan parpol lain.

Diakui dia, popularitas Dede Yusuf di Jawa Barat memang belum terkalahkan, itu pula yang membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun kemungkinan besar mengambil Dede Yusuf lagi untuk dipasangkan kembali dengan Ahmad Heryawan Gubernur Jabar saat ini.

Sementara Partai  Golkar yang kemungkinan mengusung Ketua DPD Golkar Irianto, ingin menggaet Rieke karena alasan popularitas, supaya bisa menyaingi popularitas Dede Yusuf.(wan)

Tulis Komentar

Nama Email
Komentar
Masukkan Kode
 

Desclaimer. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial SapulidiNews. Redaksi berhak merubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras dan antar golongan.