Maret25
Satu Lagi Siswa IPDN Tewas
Minggu, 25 Maret 2012 pukul 13.13 WIB | Kategori DaerahJawa

dok.Istimewa

Sumedang (SAPULIDI News) – Mahasiswa IPDN Jatinangor tewas dalam kecelakaan lalulintas di tol Karawang-Bekasi. Sabtu dini hari tadi.

Arief Rahman Hakim (22), mahasiswa IPDN asal Tarakan, bersama 6 orang rekan mahasiswa IPDN asal Tarakan lainnya, mengendarai mobil yang disewanya, bertabrakan dengan truk di Tol Karawang saat hendak kembali ke asrama setelah libur sehari di Jakarta.

Arief menghembuskan nafas terkahir dilokasi kecelakaan, dengan luka serius dibagian leher. Sementara dua rekannya masih kritis, dan empat lainnya yang luka-luka dirawat di RSU Karawang-Bekasi.

Musibah yang dialami Arif tak pelak membuat duka yang sangat dalam pada keluarga besar alrmarhum di Tarakan, terutama sang Ayah H.Abdurrakhim.

Menurut Abdurakhman, Arif saat masih hidup sangat aktif di kegiatan marching band di IPDN.

Keluarga besar almarhum yang tinggal di Bumi Pangutaka, RT 14 Nomor 3 Kelurahan Karang Anyar Pantai, Nampak begitu kehilangan sosok anak muda yang ramah, gampang bergaul, dan aktif itu.

Dikatakan ayah Almarhum, Arif saat tes penerimaan IPDN di Samarinda pernah gagal. Namun, kata Abdurakhman, tekad yang kuat untuk menjadi abdi Negara, membuat dia tak putus asa untuk mencoba lagi.

Dan akhirnya, tutur dia, Arief lulus masuk IPDN 2 tahun lalu dengan menyingkirkan 40 dari 50 peserta ujian di Samarinda.

“Lulus SMA tahun 2009, langsung ikut tes IPDN tapi gagal. Jadi, kuliah setahun di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ambil akuntansi. Dia anak yang sangat optimistis, yakin bisa masuk IPDN. Tahun 2010, ikut tes lagi dan Alhamdulillah lulus,” kenang Abdurrakhman.

Namun, takdir berkata lain. Alumnus SMA Hang Tuah Tarakan ini berpulangke rahmatullah lebih awal dan hanya diberi kesempatan merasakan pendidikan di Kampus “Among Praja Dharma Nagari” sampai tingkat 2 atau setara semester 4. Pemilik tinggi 173 cm ini meninggal di

Abdurakhman mengaku, tidak ada firasat yang dirasakan sebelumnya. Terakhir mendengar suara putranya pada pukul 22.00 Jumat (23/3) malam. Almarhum yang hobi sepak bola ini menelepon dan pamit berencana pulang ke Jatinangor malam itu juga.

Awalnya, kata Abdurrakhman, dirinya tidak percaya, mendengar kabar anaknya tewas kecelakaan. Namun, setelah istrinya Hajah Siti Sarah mendatangi rumah sakit dan membenarkan musibah tersebut, dirinya baru yakin.

Diceritakan dia, istrinya kebetulan sudah sepekan lalu liburan bersama anak bungsu dan menantunya ke Bogor, mengunjungi anak sulungnya yang tugas sebagai anggota Brimob di sana.(km)

Tulis Komentar

Nama Email
Komentar
Masukkan Kode
 

Desclaimer. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial SapulidiNews. Redaksi berhak merubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras dan antar golongan.