Desember19
Gila, Plt Walikota Bekasi Turunkan 4 Kepsek Jadi Guru Lagi
Senin, 19 Desember 2011 pukul 16.27 WIB | Kategori BODETABEKBekasi

Plt Walikota Bekasi Rahmat Effendi

Bekasi (SAPULIDINews) – Proses mutasi dan promosi bagi guru dan kepala sekolah dari SD sampai SMA Negeri yang dilakukan Plt Walikota Bekasi Rahmat Effendi dan Dinas Pendidikan (Disdik) menuai banyak kontroversi. Tudingan nepotisme dan kolusi mengiringi keputusan mutasi tersebut. Ironisnya dari hasil mutasi dan promosi tersebut telah membuat empat orang kepala sekolah negeri di Kota Bekasi terdegradasi menjadi guru biasa dengan alas an kinerjanya buruk.

Anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi Abdul Muin Hafidz menyayangkan sikap Plt Walikota Bekasi Rahmat Effendi yang mengambil langkah tidak bijak.”Proses mutasi dan promosi kepala sekolah negeri yang dilakukan Rahmat Effendi telah melanggar etika dan juga hukum. Seorang yang akan menjadi kepala sekolah negeri kan sudah ada aturannya. Begitupun dengan kepala sekolah yang turun menjadi guru biasa lagi, ada aturannya juga.”ujar Muin saat dihubungi melalui telepon.Senin (19/12).

Ditambahkan dia, Plt Walikota Bekasi Rahmat Effendi telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2007, tentang periodesasi Kepala Sekolah.”Dalam Perda tersebut kan jelas diatur bahwa seorang kepala sekolah negeri bisa mencalonkan lagi menjadi kepala sekolah dengan melalui tes dan persyaratan. Dan satu periode masa baktinya empat tahun.”beber politisi asal Partai Amanat Nasional ini.

“Salah satu kepala sekolah negeri yang terdegradasi menjadi guru biasa, itu kan masa baktinya baru 1,5 tahun. Dengan alasan kinerja yang buruk maka oleh Plt Walikota dia diturunkan. Ini kan harus ada ukuran yang jelas, soal kinerja bias dilihat dari keseharian prestasinya. Tapi, ada juga orang yang tidak dikenal prestasinya namun punya kedekatan dengan penguasa, eh bisa jadi kepala sekolah. Ini apa-apaan.”ungkap Muin.

Dari pantauan Sapulidinews.com dilapangan, memang banyak kejanggalan dalam proses mutasi dan promosi guru dan kepala sekolah negeri yang dilakukan oleh Plt Walikota. Bahkan ada seorang guru yang sudah memiliki predikat sebagai guru berprestasi di Kota Bekasi dari tahun 2005-2007 yang diberikan oleh Walikota Bekasi saat itu, namun tidak juga bisa menjadi kepala sekolah.”Saya sempat berfilkir mau membakar piagam penghargaan tersebut mas, kondisi saya sudah memenuhi syarat namun karena tidak punya kedekatan dengan penguasa, dan uang tidak punya uang untuk nyogok, yah mau diapain lagilah.”keluh seorang wakil kepala sekolah negeri yang enggan ditulis namanya.(wan)

Tulis Komentar

Nama Email
Komentar
Masukkan Kode
 

Desclaimer. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial SapulidiNews. Redaksi berhak merubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras dan antar golongan.